Random Image

Featured Post

Tips menemukan kriteria pasanganmu

admin
Written by Janatul Firdaus
On October 06, 2008 0 Comments
Categories: Tips Bermanfaat, featured

berikut sedikit tips menemukan kriteria pasanganmu

Apa yang kamu sukai dari orang terdekatmu

dalam pergaulan kita bisa menemukan sifat-sifat orang yang sangat kita sukai. Seperti suka curhat sama sahabat yang sering mendengarkan dengan sabar. Berarti kamu menyukai seseorang yang tipe pendengar, karena kamu suka bercerita.

Apa yang tidak kamu sukai dari orang terdekatmu.

Menemukan sesuatu yang tidak kita sukai dari seseorang sangatlah mudah. Seperti jika kita membenci seseorang yang merokok, maka Read More

Latest Posts

15 Sarana Tarbiyah

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Tarbiyah, featured

ada 15 sarana Tarbiyah

1. Halaqah : adalah sarana utama tarbiyah imaniyah tsaqafiyah dalam dinamika kelompok dengan jumlah anggota maksimal 12 orang

2. Taushiyah : adalah sarana latihan peserta untuk menyampaikan materi dan menumbuhkan kepekaan ruhiyah serta kedalaman fikriyah.

3. Daurah : adalah sarana intensif untuk membekali peserta dengan metode dan pengalaman penting untuk mengembangkan keahlian, menambah pengetahuan yang tidak mungkin dilaksanakan murabbi

Read More | 2 Comments →

Rahasia Kota Emas (SH chapter 2)

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Cerpenku

Aku berdiri tegak diatas beranda menatap serpihan daun pohon depan rumah yang kami tanam 5 tahun yang lalu, sebagai tanda dimulainya kehidupan cintaku dengan Filias.

Angin berhembus sejuk. Pagi yang cerah. Kicau burung dan dinginnya udara pagi membelai sekujur tubuhku.

Seorang wanita datang sambil menggandeng dua orang bocah kecil menuju ke arahku. Dia adalah Filias, sang Nyonya Iolaus beserta si kembar Rasendra dan Rasendi.

Rasendra, seorang bocah laki-laki hiperaktif yang doyan semua kegiatan fisik. Dan Rasendi, seorang gadis cilik yang terlihat

Read More | 1 Comment →


Serpihan Hati (Chapter 1)

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Cerpenku

“gedubraaaaakk”sebuah lemparan buku mengenai pundakku, sosok wanita bengis menghampiriku yang dari tadi sibuk merapikan buku diatas meja makanku.

Aku melirik ke arah sumber bencana.

Tinggi kurus, berkacamata dengan poni tail yang terasa jadul banget. “Apa maumu, cewek liar ???” semprotku dengan semangat empat lima.

“Jatah burgerku kau makan lagi ya ?” katanya sambil mencengkeram kerahku. Dia Filias, anak angkat dari almarhum ayah tiriku. Kedua orang tua kami telah tiada. Dan tinggal kami berdua yang ada. Singkatnya, kami bukanlah saudara kandung sedarah.

Read More | No Comments →

The Dance of Fire (PoH chapter 6)

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Cerpenku

Pagi yang Indah.. vespaku melaju tak terarah karena gelak tawa Lin Hua yang duduk dibelakangku. kilatan sinar mentari memantul indah bak pelangi yang menyerbu dari ufuk pantai Parai.

Pantai Parai, adalah sebuah pantai indah yang ber-karpet-kan pasir putih. Disana-sini dihiasi batu-batu granit besar. Alamnya yang bersih dan relatif tidak terlalu ramai, sangat nyaman untuk didatangi.

Read More | 1 Comment →


Cursed Past Time (PoH Chapter 5)

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Cerpenku

Tetesan gerimis menyambut jejak pertama kakiku di pulau bangka, awan hitam menutupi langit-langit kota pangkal pinang, angin berhembus di sela-sela kacamata hitamku.

Perlahan, kutinggalkan 737-300 yang telah membawaku dari Jakarta menuju Buluh Tumbang Airport di Tanjung Pandan. Sekilas, kota ini memiliki nuansa yang mengingatkanku pada Tangerang. Kota dimana salah satu cabang koran kami berkembang pesat.

Aku memuji kecermatan mbak Kiko dalam memilihkan kota ini. Ya, kota ini mayoritas dihuni oleh suku Melayu dan Tionghoa. Membawa Lin kemari, pastinya tak akan terlalu menarik perhatian. Dia akan mudah

Read More | 1 Comment →

Villain Love (PoH Chapter 4)

Written by Janatul Firdaus
On September 13, 2008
Categories: Cerpenku

Tetesan darah mengaliri tanganku yang mendekap erat luka di tubuh Lin Hua.

Malam itu kuhabiskan dengan berada di sisi Lin Hua. Hanya itu menghapus kekhawatiran jiwanya terancam. Rasanya, aku sedang menebus dosaku pada Acha. Dosa tak mampu menyelamatkannya…

Dan malampun berlalu ….

Pagi yang cerah. Dua hari setelah kejadian itu.

Namun kini, rasanya begitu sempit dengan bertambahnya seorang penghuni baru, Lin Hua.

Ya Lin Hua, dua hari sebelumnya aku

Read More | 1 Comment →


Demon Journalist (PoH Chapter 3)

Written by Janatul Firdaus
On September 11, 2008
Categories: Cerpenku

Dinginnya angin malam menyapa rambutku yg tergerai sebahu, sudah sejam lamanya aku berdiri tegak diatas loteng tempat kost baruku, semenjak kematian Acha aku memutuskan menghapus jejak, hanya mbak kiko yang tau keberadaanku.

Rembulan berwarna orange terlihat menggantung di langit-langit kota. Awan mendung tiba-tiba menutup kubah langit kota ini. Dikejauhan terdengar lolongan anjing-anjing lapar. Kubuang rokok kretek yang sedari tadi kuhisap. Mataku tajam menatap kejauhan.

Sesekali petir menyambar dikelamnya langit malam. Kilatnya seolah berdansa dengan

Read More | 1 Comment →

Unspoken Love (PoH Chapter2)

Written by Janatul Firdaus
On September 11, 2008
Categories: Cerpenku

Ketukan pintu yang tidak asing itu, menyadarkan mataku yang dari tadi memandangi sebuah foto alat-alat berat di lokasi kebakaran yang saya ambil siang tadi.

“ren…ini acha?” suara tweety kecil itu membuat dahiku mengkerut,”sebentar - sebentar, nggak sabar amat sehh!”

Read More | 1 Comment →


Prolog

Written by Janatul Firdaus
On September 10, 2008
Categories: Cerpenku, featured

Sore itu sebuah rumah berarsitektur Rumah Meranjat ramai dengan jerit tangis, rumah yang tebuat dari kayu manggerauan penuh sesak oleh orang-orang desa berkerudung hitam. Istri dari seorang tokoh terpandang di desa itu meninggal dunia tanpa diketahui penyebabnya.

Tulisan “H. Ahmad Basri” terukir indah di atas pintu, depan garang yang tangganya melingkar oval ke lantai satu yang penuh dengan barang dagangan. Dalam sebuah rumah toko terbesar di desa itu, ada aura keluarga yang sangat disegani menyebar dari pesona rumah itu ke wajah-wajah pelayat yang sedih dan meneteskan air mata. Hari itu sang istri seorang dermawan di desa mereka telah meninggalkan mereka untuk selamanya.

Alunan

Read More | 9 Comments →